Daily News 28 October 2025
-
ANTM
Aneka Tambang Tbk.
-
PT. Aneka Tambang Tbk. (ANTM) membukukan laba bersih Rp6,61 triliun per 9M25, melonjak 197% YoY dari Rp2,23 triliun. EBITDA turut melejit 137% menjadi Rp9,33 triliun, didorong laba kotor Rp10,98 triliun (+168% YoY) dan laba usaha Rp7,89 triliun (+323% YoY). Efisiensi biaya terlihat dari beban keuangan yang turun 41% seiring penurunan interest-bearing debt. EPS dasar ikut naik ke Rp248,62 (+171% YoY). Dari neraca, aset naik ke Rp48,07 triliun (+17% YoY) dan ekuitas ke Rp35,20 triliun (+16% YoY); arus kas operasi Rp4,06 triliun melonjak 2.455% YoY.
Top line ditopang penjualan Rp72,03 triliun (+67% YoY), dengan domestik 96% (Rp69,31 triliun). Emas menjadi lokomotif (81% kontribusi): nilai penjualan Rp58,67 triliun (+64% YoY) seiring kenaikan volume 20% menjadi 34.164 kg (1.098.398 oz) dan produksi tambang 590 kg. Nikel (feronikel + bijih) berkontribusi 15% atau Rp11,15 triliun (+83% YoY) ditopang permintaan smelter domestik; produksi bijih 12,55 juta wmt (+72% YoY) dengan penjualan 11,23 juta wmt (+97% YoY), serta produksi feronikel 13.309 TNi dan penjualan 8.182 TNi.
Segmen bauksit & alumina menyumbang 3% (Rp1,95 triliun, +68% YoY). Produksi bauksit 2,31 juta wmt (+263%) dan penjualan 1,10 juta wmt (+1.033% YoY). Melalui Indonesia Chemical Alumina (ICA), produksi alumina 134.224 ton (+27%) dengan penjualan 134.768 ton (+1%). Manajemen menegaskan penguatan fundamental ditopang optimalisasi biaya, inovasi produk, penguatan pasar domestik, serta disiplin sustainability untuk menjaga profitabilitas berkelanjutan.
https://emitennews.com/news/penjualan-emas-meledak-laba-bersih-antm-meroket-197-persen
-
BKSL
Sentul City Tbk.
-
PT. Sentul City Tbk. (BKSL) membukukan pendapatan Rp836,97 miliar (+96,28% YoY) dan laba bersih Rp74,15 miliar (+186,22% YoY), didorong peningkatan serah terima unit serta kepercayaan pasar. Pendorong utama berasal dari penjualan lahan siap bangun, rumah, ruko, dan apartemen Rp648,72 miliar (+183,85% YoY), disertai kontribusi hotel/restoran/taman hiburan Rp135,85 miliar dan pengelolaan kota Rp52,41 miliar―menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan yang solid. Secara operasional, penyerapan positif berlanjut di sejumlah klaster: Spring Valley Extension, Centronia Residence, Spring Residence, Spring Garden, dan Saffron Noble Apartment.
Basis pembeli mayoritas usia <43 tahun menegaskan minat generasi dan keluarga muda pada konsep hunian bernuansa resort. Lokasi strategis dengan akses Tol Jagorawi, rute TransJakarta (Blok M?Bogor), Trans Pakuan (Sentul?Bogor), bus antarkota, serta prospek konektivitas LRT Jabodebek, menambah daya tarik, ditopang kualitas udara baik dan ruang terbuka hijau luas. Manajemen menargetkan menjaga momentum lewat peluncuran proyek lanjutan pada 2026: Spring Hill, Spring Garden Tahap 2, dan ruko komersial, memperluas pilihan produk dan memperkuat recurring serta non-recurring income.
Dengan fundamental yang membaik, peningkatan penjualan lintas segmen, dan pengelolaan keuangan yang disiplin, BKSL optimistis mempertahankan tren kinerja positif hingga akhir 2025.
https://emitennews.com/news/melejit-96-persen-bksl-tabulasi-laba-rp83697-miliar
-
KRAS
Krakatau Steel (Persero) Tbk.
-
PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mencatat laba bersih USD22,17 juta per 30 September 2025, berbalik dari rugi USD185,22 juta pada periode yang sama tahun lalu, atau tumbuh 111,96% YoY. Dengan hasil tersebut, laba per saham dasar naik menjadi USD0,0011 dari sebelumnya minus USD0,0096. Dari sisi pendapatan, KRAS mencatat USD706,08 juta, naik 7,38% YoY dari USD657,52 juta, meski laba kotor justru menyusut menjadi USD53,11 juta akibat kenaikan beban pokok pendapatan ke USD652,96 juta. Secara operasional, perusahaan masih mencatat rugi operasi USD37,85 juta, naik dibanding rugi USD22,54 juta tahun sebelumnya.
Kenaikan rugi ini disebabkan oleh membengkaknya beban penjualan ke USD17,22 juta dan beban operasi lainnya ke USD16,25 juta, meskipun beban umum dan administrasi turun menjadi USD57,49 juta. Namun, dorongan signifikan datang dari laba penyelesaian kewajiban dipercepat atas restrukturisasi utang senilai USD156,74 juta, serta laba selisih kurs USD31,66 juta yang membantu mengangkat kinerja keuangan di tengah tekanan beban keuangan sebesar USD107,04 juta. Dari sisi neraca, ekuitas KRAS melonjak tajam menjadi USD490,69 juta, jauh meningkat dibanding akhir 2024 yang hanya USD35,18 juta.
Liabilitas turun menjadi USD2,32 miliar, dari sebelumnya USD2,45 miliar, menandakan penurunan beban utang setelah restrukturisasi. Sementara itu, total aset tercatat USD2,82 miliar, sedikit menurun dari USD2,89 miliar di akhir tahun lalu. Kombinasi pemangkasan utang, efisiensi biaya, dan keuntungan non-operasional membuat KRAS berhasil kembali mencatatkan laba setelah sempat merugi pada tahun sebelumnya.
https://emitennews.com/news/kapok-boncos-kras-bukukan-laba-usd2217-juta
-
PZZA
Sarimelati Kencana Tbk.
-
PT. Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) membukukan laba bersih Rp15,91 miliar pada kuartal III-2025, berbalik dari rugi Rp96,71 miliar setahun lalu (+116,45% YoY). EPS dasar & dilusian menjadi Rp5,29 (dari -Rp32,18), mencerminkan perbaikan profitabilitas. Kinerja top line solid: penjualan bersih Rp2,26 triliun (+11,33% YoY). Meski HPP naik ke Rp690,27 miliar, laba kotor tetap meningkat ke Rp1,57 triliun.
Di operasional, beban penjualan tercatat Rp1,42 triliun, G&A Rp137,97 miliar, dan pendapatan operasi lain Rp46,19 miliar; hasilnya laba operasi Rp49,42 miliar, pulih dari rugi Rp82,4 miliar. Beban bunga turun ke Rp29,19 miliar sehingga laba sebelum pajak Rp20,77 miliar (dari rugi Rp123,26 miliar); pajak Rp4,86 miliar.
Neraca lebih ringan: liabilitas turun ke Rp917,57 miliar (dari Rp1,11 triliun), ekuitas naik tipis ke Rp1,03 triliun, sementara aset menjadi Rp1,95 triliun (dari Rp2,13 triliun). Kombinasi pertumbuhan penjualan, efisiensi beban, dan beban keuangan yang lebih rendah mengakselerasi pemulihan kinerja PZZA.
https://emitennews.com/news/usai-tekor-laba-pzza-terbang-11645-persen