Daily News 29 October 2025

October 29, 2025 No. 2916

BNLI

Bank Permata Tbk

PT. Bank Permata Tbk. (BNLI) membukukan laba bersih Rp2,88 triliun per 30 Sep 2025, naik 3,6% YoY, dengan EPS dasar & dilusian Rp80 (vs Rp77). Pendapatan operasional mencapai Rp9,2 triliun (+3,7% YoY): pendapatan bunga naik ke Rp11,13 triliun sementara beban bunga ikut meningkat ke Rp4,74 triliun; pendapatan syariah turun ke Rp1,71 triliun dan pendapatan provisi/komisi bersih melemah ke Rp1,03 triliun, menandakan tekanan di fee-based income.

Di sisi biaya, beban operasional naik ke Rp5,48 triliun didorong rugi penurunan nilai aset keuangan (CKPN) Rp1,29 triliun dan beban gaji & tunjangan Rp2,49 triliun; beban umum & administrasi justru lebih efisien (Rp1,25 triliun). Kombinasi NII yang relatif stabil dengan normalisasi biaya kredit menjaga profit, namun pelemahan fee dan syariah perlu diwaspadai agar pertumbuhan bottom-line tidak semata bertumpu pada NII.

Struktur neraca kian kokoh: aset naik ke Rp269,28 triliun, liabilitas ke Rp224 triliun, dan ekuitas tumbuh signifikan ke Rp45,27 triliun. Ke depan, fokus mempertahankan kualitas aset (CKPN terkendali), menumbuhkan CASA untuk menekan cost of funds, serta reaktivasi fee income (kartu, trade, wealth) dan sinergi unit syariah akan krusial untuk akselerasi pertumbuhan laba.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-dan-pendapatan-bnli-tumbuh-minimalis

BUKA

Bukalapak.com Tbk.

PT. Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mencatat laba bersih Rp2,9 triliun per 30 September 2025, berbalik dari rugi Rp597,34 miliar tahun lalu (naik +592% YoY). EPS melonjak menjadi Rp30,77 dari sebelumnya -Rp5,79, ditopang pendapatan bersih Rp4,72 triliun (+39,23% YoY) dan disiplin biaya―beban penjualan & pemasaran turun menjadi Rp149,36 miliar dan beban umum & administrasi menyusut ke Rp361,33 miliar. Pembalikan kinerja terutama dipacu laba nilai investasi Rp2,32 triliun (vs rugi Rp596,47 miliar tahun lalu) serta perbaikan pos pendapatan operasi lainnya (Rp139,31 miliar dari rugi Rp208,14 miliar).

Meski beban pokok pendapatan meningkat seiring ekspansi (Rp4,35 triliun) dan pendapatan keuangan menurun, BUKA membukukan laba usaha Rp2,32 triliun (vs rugi Rp1,32 triliun), mencerminkan leverage operasional yang membaik. Neraca juga menguat: aset naik ke Rp26,14 triliun, ekuitas bertambah ke Rp25,29 triliun, sementara liabilitas turun ke Rp852,24 miliar. Akumulasi defisit turut menyempit menjadi Rp7,34 triliun (dari Rp10,25 triliun), menandakan pemulihan struktur permodalan di tengah pertumbuhan top-line dan efisiensi biaya.

https://emitennews.com/news/kapok-rugi-buka-kuartal-iii-2025-raup-laba-rp29-triliun

IPCM

Jasa Armada Indonesia Tbk.

PT. Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM), bagian dari Pelindo Group, membukukan pendapatan Rp1,09 triliun pada 9M25, tumbuh 15,50% YoY dari Rp946,62 miliar. Laba bersih turut meningkat 16,16% YoY menjadi Rp140,67 miliar. Kontributor utama berasal dari jasa pelayanan kapal Rp1,06 triliun (96,62% pendapatan), sementara jasa pengangkutan & lainnya menyumbang Rp36,96 miliar. Dari sisi neraca, total aset naik 3,73% menjadi Rp1,71 triliun (akhir 2024: Rp1,65 triliun), menandakan struktur keuangan yang tetap sehat.

Secara segmen, pelayanan kapal di pelabuhan umum menyumbang Rp433,06 miliar, TUKS Rp224,36 miliar, dan Tersus Rp398,99 miliar. Pertumbuhan yang kuat pada TUKS (+37,58% YoY) dan Tersus (+25,47% YoY) mencerminkan peningkatan volume dan efektivitas penetrasi layanan. “Kinerja ini mencerminkan komitmen IPCM menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat posisi sebagai penyedia jasa pemanduan?penundaan yang andal,” ujar Direktur Utama Shanti Puruhita.

Di pasar modal, IPCM menuntaskan pelepasan saham treasury tahap I sebanyak 3,39 juta saham, dan akan melanjutkan tahap II pada 1?30 November 2025 untuk 4,64 juta saham―upaya yang selain memenuhi ketentuan juga diharapkan meningkatkan likuiditas saham. Dari sisi ESG, IPCM meraih “Gold Champion” BISRA 2025 serta 4 penghargaan pada 2024 Vision Awards (LACP) untuk penyusunan Annual & Sustainability Report, menegaskan konsistensi tata kelola dan keberlanjutan.

https://emitennews.com/news/raih-pendapatan-rp109t-ipcm-bukukan-laba-kuartal-iii-naik-16-persen

TOBA

TBS Energi Utama Tbk.

PT. TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) membukukan rugi bersih USD127,37 juta pada 9M25 (berbalik dari laba USD34,83 juta di 9M24), sehingga EPS turun menjadi USD-0,0154. Tekanan terlihat sejak atas: pendapatan turun 14,4% YoY ke USD288,17 juta, sementara beban pokok justru naik, memangkas laba kotor dari USD78,33 juta menjadi USD22,02 juta―indikasi pelemahan harga/volume dan/atau kenaikan biaya yang menekan marjin. Dari sisi operasional, OPEX tercampur: penjualan menurun, namun G&A membengkak (USD46,26 juta vs USD33,74 juta).

Pendapatan operasi lain juga merosot tajam (USD17,25 juta vs USD49,96 juta). Akibatnya, laba usaha berbalik menjadi rugi USD11,31 juta (vs laba USD92,61 juta). Faktor non-operasional menjadi katalis negatif terbesar: rugi atas divestasi entitas anak USD96,86 juta, memperdalam bottom line, meski beban keuangan sedikit turun dan pendapatan keuangan naik tipis. Struktur keuangan ikut tertekan: ekuitas turun signifikan ke USD238,06 juta (dari USD436,66 juta akhir 2024), liabilitas naik ke USD567,62 juta, dan aset menyusut ke USD805,68 juta.

Ke depan, pemulihan kinerja akan bergantung pada normalisasi marjin (harga jual vs biaya), stabilisasi biaya overhead, serta absennya kerugian non-tunai besar (divestasi/penyusutan nilai) lanjutan. Tanpa perbaikan di tingkat marjin dan efisiensi, ruang perbaikan laba berpotensi terbatas meski beban keuangan menurun.

https://emitennews.com/news/memburuk-toba-boncos-usd12737-juta