Daily News 30 October 2025
-
BUVA
Bukit Uluwatu Villa Tbk.
-
PT. Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) membukukan laba bersih Rp108,58 miliar (naik +662% YoY) dengan EPS Rp5,27, didorong perbaikan kinerja entitas asosiasi dan efisiensi biaya keuangan. Pendapatan tumbuh +6,1% YoY menjadi Rp288,7 miliar, sementara laba kotor naik tipis ke Rp201,92 miliar meski beban pokok meningkat. Di level operasional, laba usaha sedikit terkoreksi ke Rp60,43 miliar seiring kenaikan beban penjualan dan G&A.
Namun, headwinds tersebut tertutupi oleh bagian laba entitas asosiasi yang berbalik positif besar ke Rp78,34 miliar (dari rugi), serta beban keuangan yang menurun ke Rp30,35 miliar. Pos non-operasional lain relatif terkendali, dengan pendapatan keuangan naik dan rugi kurs masih terbatas. Secara keseluruhan, kombinasi top-line yang stabil, margin kotor terjaga, dan kontributor asosiasi yang kuat mengangkat bottom-line BUVA secara signifikan.
Ke depan, fokus menjaga profit operasional sambil mempertahankan tren perbaikan pos non-operasional akan menjadi kunci sustainabilitas laba.
https://emitennews.com/news/emiten-suami-puan-buva-raup-laba-meroket-662-persen
-
ENRG
Energi Mega Persada Tbk
-
PT. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) membukukan laba bersih USD55,65 juta (+9% YoY) didorong penjualan bersih USD361,38 juta (+13% YoY) dan EBITDA USD224,49 juta (+24% YoY). Laba kotor melonjak +39% YoY menjadi USD125,05 juta berkat disiplin biaya dan operasi yang lebih efisien. Secara operasional, rata-rata produksi minyak naik 6% menjadi 8.381 bph, sementara rata-rata harga jual gas meningkat 7% ke USD6,79/mcf.
Kenaikan produksi minyak terutama berasal dari Blok Siak dan Kampar (Riau), sedangkan kontribusi gas Blok Sengkang (Sulsel) menjaga kinerja gas tetap solid. Meski beban operasional naik 3%, laba operasi tumbuh >30%, menegaskan efektivitas program low-cost, high-impact.
Ke depan, perseroan fokus mengakselerasi nilai dari aset produksi inti, melanjutkan eksplorasi, serta akuisisi selektif dan kemitraan strategis guna menopang ekspansi jangka panjang dan konsistensi imbal hasil bagi pemegang saham.
https://emitennews.com/news/tumbuh-minimalis-grup-bakrie-enrg-catat-laba-usd5565-juta
-
MTEL
Dayamitra Telekomunikasi Tbk.
-
PT. Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) mencatat laba bersih Rp1,54 triliun sampai Kuartal III-2025, didorong disiplin efisiensi dan optimalisasi portofolio menara serta fiber. Pendapatan Rp6,88 triliun tumbuh 0,9% YoY (dinormalisasi pasca akuisisi UMT), sementara EBITDA naik 1,8% YoY ke Rp5,77 triliun dengan margin 83,8%. Biaya operasional (COE) berhasil ditekan 3,4% YoY ke Rp1,11 triliun, mengangkat margin laba bersih ke 22,4%.
Secara segmen, tower owned tetap menjadi penopang utama―berkontribusi 82,7% atau Rp5,69 triliun (+0,4% YoY). Mesin pertumbuhan baru muncul dari fiber optik dengan pendapatan Rp431 miliar (+57,2% YoY), mencerminkan monetisasi jaringan yang kian efektif. Hingga akhir September, Mitratel mengelola 40.102 menara dengan 61.987 tenant; tenancy ratio naik ke 1,55x (dari 1,51x).
Untuk fiber, billable fiber membentang 67.738 km (+47,9% YoY), menegaskan ekspansi agresif ke koridor konektivitas prioritas. Ke depan, kombinasi efisiensi berkelanjutan, scaling bisnis fiber, dan peningkatan tenancy menjadi kunci mempertahankan marjin tebal dan pertumbuhan earnings.
Fokus perlu dijaga pada percepatan colocation, kontrak jangka panjang berindeks inflasi/suku bunga, serta perluasan jangkauan ke wilayah 3T guna menambah permintaan sambil menjaga profil risiko dan arus kas.
https://emitennews.com/news/mitratel-mtel-bukukan-laba-bersih-rp154-t-di-kuartal-iii-2025
-
SMBR
Semen Baturaja Tbk.
-
PT. Semen Baturaja Tbk. (SMBR) membukukan pendapatan Rp1,78 triliun (+27% YoY) dan laba kotor Rp539,15 miliar, naik dari Rp368,71 miliar setahun lalu. Meski beban pokok meningkat seiring volume dan aktivitas, pertumbuhan top-line tetap mendorong perbaikan margin kotor. Laba bersih melonjak 310,83% YoY menjadi Rp146,3 miliar (EPS Rp15).
Dari sisi operasional, beban penjualan naik ke Rp173,18 miliar karena penguatan pemasaran, sementara G&A turun ke Rp146,48 miliar, mencerminkan efisiensi biaya. Komponen non-operasional juga kondusif: beban keuangan menurun ke Rp42,39 miliar disertai pendapatan lain yang stabil. Kombinasi ini mengangkat laba usaha dan menopang bottom-line.
Struktur keuangan membaik: liabilitas turun ke Rp1,41 triliun (dari Rp1,63 triliun per akhir 2024), ekuitas naik ke Rp3,39 triliun, sementara aset sedikit terkoreksi ke Rp4,8 triliun. Secara keseluruhan, kinerja 1Q25 menunjukkan pertumbuhan pendapatan, efisiensi operasional, dan penurunan biaya pendanaan sebagai pendorong utama lonjakan profitabilitas.
https://emitennews.com/news/melejit-311-persen-smbr-kuartal-iii-2025-serok-laba-rp146-miliar