Daily News 31 October 2025
-
COIN
Indokripto Koin Semesta Tbk.
-
PT. Indokripto Koin Semesta Tbk. (COIN) membukukan kinerja melonjak pada 9M25: laba bersih Rp41,1 miliar, berbalik dari rugi Rp6,85 miliar (+~700% YoY), dengan EBITDA Rp100,7 miliar. Pendapatan melejit menjadi Rp204,6 miliar (+~1.988% YoY), sementara G&A naik signifikan ke Rp151,25 miliar seiring ekspansi. Laba usaha berbalik kuat ke Rp53,37 miliar (+~686% YoY), didukung efisiensi beban keuangan (turun ke Rp0,46 miliar dari Rp4,69 miliar) dan kenaikan pendapatan keuangan (Rp7,67 miliar).Perbaikan struktur neraca turut mencolok: liabilitas jangka pendek dipangkas drastis dari Rp231,9 miliar (akhir 2024) menjadi Rp45,9 miliar per 30 September 2025, sementara arus kas operasi positif Rp99,6 miliar.
Kas dan setara kas terjaga tinggi di Rp361,88 miliar, memberi bantalan likuiditas dan fleksibilitas untuk mengakselerasi inisiatif pertumbuhan. Secara operasional, momentum pasar kripto kuartal III-2025 menjadi katalis utama bagi dua anak usaha: Central Finansial X (CFX) dan Indonesia Coin Custodian (ICC). Di Bursa CFX, porsi derivatif naik ke 28% dari 17% kuartal sebelumnya; nilai transaksi derivatif melonjak 118% menjadi Rp52,71 triliun (dari Rp24,17 triliun pada Q2), dengan total kumulatif Jan?Sep 2025 mencapai Rp86,25 triliun.
Manajemen menilai tren “risk-on” kripto dan kebijakan China+1 yang mendorong diversifikasi rantai pasok ke ASEAN memperkuat prospek ekspansi, sementara status perizinan dan pengawasan OJK bagi CFX dan ICC menjadi penopang tata kelola dan kepercayaan pasar.
https://emitennews.com/news/transaksi-kripto-dahsyat-laba-coin-melangit-700-persen
-
OMED
Jayamas Medica Industri Tbk.
-
PT. Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) mencatat pendapatan 9M25 sebesar Rp1,47 triliun (+7,7% YoY). Pertumbuhan ditopang lonjakan penjualan double digit pada segmen perawatan luka, bioteknologi, laboratorium, alat bantu jalan, dan perawatan rehabilitasi, serta ekspor ke AS yang melonjak 116,8%―mencerminkan efektivitas ekspansi global. Profitabilitas membaik: laba bruto naik 11,5% dengan kenaikan margin dari 32,8% menjadi 33,9%.
Di level operasional, laba usaha tumbuh 18,7% dengan margin melebar dari 17,4% menjadi 19,2%. Laba bersih meningkat 20,3%, mendorong margin bersih naik dari 15,6% ke 17,4%. Neraca tetap kuat: aset Rp3,04 triliun, liabilitas Rp390 miliar, dan ekuitas Rp2,65 triliun, menghasilkan DER sangat rendah 0,07x―memberi ruang manuver untuk ekspansi berikutnya. Manajemen menegaskan keberhasilan strategi diversifikasi produk dan penetrasi pasar.
Selain itu, kebijakan “China +1” turut menjadi katalis karena perusahaan-perusahaan AS mendiversifikasi rantai pasok dari Tiongkok ke Asia Tenggara, membuka peluang ekspor baru bagi OMED. Perseroan telah memulai pengiriman ke AS sejak April 2022 dan kini berada pada tahap validasi serta persetujuan proyek tambahan dengan mitra setempat.
https://emitennews.com/news/raup-pendapatan-rp147-t-laba-omed-melejit-20-persen
-
PTBA
Bukit Asam Tbk.
-
PT. Bukit Asam Tbk. (PTBA) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp1,39 triliun (-56,96% YoY), dengan EPS dasar & dilusian turun ke Rp121 dari Rp281. Pendapatan naik tipis 2,21% YoY menjadi Rp31,33 triliun, didorong volume penjualan yang tumbuh 8% meski rata-rata harga jual melemah 6% seiring koreksi harga acuan (Newcastle -22%, ICI-3 -16%). Porsi penjualan masih berimbang domestik vs ekspor (56% : 44%), dengan tujuan utama Bangladesh, India, Filipina, Vietnam, dan Korea Selatan.
Beban pokok pendapatan meningkat ke Rp27,76 triliun, sejalan dengan kenaikan aktivitas operasional: produksi batu bara +9% dan angkutan +8%, sementara stripping ratio sedikit turun ke 5,98x (dari 6,02x). Biaya bahan bakar juga tertekan menyusul pencabutan subsidi komponen FAME pada biodiesel dan kewajiban B40 yang mengerek harga BBM sekitar 8% per liter, berdampak pada biaya penambangan dan logistik kereta api.
Di sisi opex, G&A naik 4% menjadi Rp52,4 miliar, sementara beban penjualan turun 1% (~Rp7,1 miliar). Manajemen menekankan fokus pada efisiensi biaya, optimalisasi pasar domestik, serta keberlanjutan operasi melalui realisasi capex dan proyek logistik strategis. Kombinasi volume yang tetap tumbuh dan penahan biaya diharapkan menjaga resiliensi margin di tengah siklus harga batu bara global yang masih menekan sepanjang 2025.
https://emitennews.com/news/laba-bukit-asam-ptba-kuartal-iii-2025-terpangkas-57-persen
-
UNTR
United Tractors Tbk
-
PT. United Tractors Tbk. (UNTR) membukukan pendapatan bersih 9M25 sebesar Rp100,5 triliun (+1% YoY), namun laba bersih turun tajam 26% menjadi Rp11,5 triliun. Komposisi pendapatan: kontraktor penambangan Rp40,2 triliun (-8% YoY), mesin konstruksi Rp29,3 triliun (+11% YoY), pertambangan batu bara termal & metalurgi Rp18,8 triliun (-9% YoY), serta pertambangan emas & mineral lain Rp10,3 triliun (+53% YoY). Di mesin konstruksi, penjualan Komatsu naik 10% menjadi 3.653 unit; pendapatan suku cadang & jasa turun tipis ke Rp8,3 triliun. Penjualan Scania meningkat (393 unit dari 298) sementara UD Trucks melemah (137 dari 156), dengan pangsa pasar Komatsu tetap terjaga di sekitar 22% menurut riset internal.
Penurunan laba terutama dipicu pelemahan segmen kontraktor penambangan dan batu bara seiring curah hujan tinggi yang menekan aktivitas overburden removal dan produksi klien, serta harga jual batu bara yang lebih rendah. PAMA Group (PAMA dan KPP Mining) mencatat volume pemindahan tanah 829 juta bcm (-10% YoY) dan produksi batu bara klien 109 juta ton (-2% YoY), dengan stripping ratio 7,6x. Di sisi lain, pertambangan emas mengimbangi dengan kenaikan pendapatan 53% didorong volume dan harga yang lebih baik; penjualan setara emas mencapai 178 ribu ons (+8% YoY), terdiri dari Martabe 170 ribu ons (+3%) dan Sumbawa Jutaraya 8 ribu ons.
Untuk pertambangan batu bara, Turangga Resources menjual 9,2 juta ton (termasuk 2,8 juta ton metalurgi), naik 15% YoY; total penjualan termasuk pihak ketiga 11,2 juta ton (+10% YoY), namun pendapatan segmen tetap turun 9% akibat koreksi harga rata-rata. Secara keseluruhan, kombinasi faktor cuaca dan harga batu bara menekan profitabilitas meski ada penopang dari mesin konstruksi dan emas.
https://emitennews.com/news/susut-26-persen-laba-untr-kuartal-iii-2025-sisa-rp115-triliun