Daily News 03 November 2025

November 03, 2025 No. 2919

CTRA

Ciputra Development Tbk

PT. Ciputra Development Tbk. (CTRA) menutup 9M25 dengan laba bersih Rp1,62 triliun (+27,55% YoY), sehingga EPS naik dari Rp69 ke Rp88. Pendapatan usaha tumbuh 18% YoY menjadi Rp8,39 triliun, menunjukkan momentum penjualan yang solid sepanjang tahun berjalan. Laba usaha melesat ke Rp2,49 triliun, didorong efisiensi beban dan pengelolaan proyek yang lebih baik di berbagai lini properti.

Kinerja operasional yang lebih efektif ini menegaskan kemampuan perseroan menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar. Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp46,19 triliun, dengan struktur keuangan membaik: liabilitas turun ke Rp20,35 triliun dan ekuitas naik ke Rp25,83 triliun.

Di pasar, saham CTRA pada Jumat (31/10) melemah 2,75% ke Rp885 per saham, meski fundamental memperlihatkan tren operasional dan permodalan yang semakin sehat.

https://emitennews.com/news/laba-ciputra-ctra-naik-2755-jadi-rp162t-di-q3-2025

HRTA

Hartadinata Abadi Tbk.

PT. Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp575,75 miliar (+90,7% YoY), seiring lonjakan penjualan neto hampir dua kali lipat menjadi Rp25,19 triliun (dari Rp13,29 triliun). Meski beban pokok pendapatan naik ke Rp24 triliun, laba kotor tetap meningkat ke sekitar Rp1,18 triliun; margin kotor terkompresi tipis mengingat pertumbuhan volume dagang emas yang sangat kuat.

Dari sisi neraca, total aset naik menjadi Rp8,17 triliun, ekuitas menguat 20,42% ke Rp2,83 triliun, dan liabilitas meningkat ke Rp5,34 triliun, selaras dengan ekspansi bisnis. Likuiditas membaik signifikan: kas & setara kas melonjak 458,18% menjadi Rp1,14 triliun, memberi bantalan modal kerja yang lebih tebal untuk mengamankan pasokan dan menangkap permintaan domestik.

Di pasar, saham HRTA pada Jumat (31/10) ditutup menguat 2,42% ke Rp1.270 per saham, mencerminkan respons positif investor atas kinerja kuartal ketiga 2025 dan prospek berlanjutnya momentum perdagangan emas.

https://emitennews.com/news/emiten-emas-hrta-di-kuartal-iii-2025-cetak-laba-melonjak-907

JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp2,41 triliun (+15,3% YoY), mengangkat EPS dasar ke Rp207 dari Rp180. Penjualan bersih naik 4,4% YoY menjadi Rp43,1 triliun; laba kotor turut meningkat ke Rp8,71 triliun (dari Rp7,94 triliun), mendorong perbaikan margin kotor ~100 bps menjadi sekitar 20,2%. Di tengah kenaikan beban pokok dan opex (penjualan & pemasaran Rp1,94 triliun; G&A Rp2,88 triliun), laba usaha tetap naik ke Rp3,92 triliun (dari Rp3,64 triliun).

Pendorong di bawah operasi ikut konstruktif: biaya keuangan turun ke Rp599,6 miliar (dari Rp656,4 miliar), pendapatan lainnya naik ke Rp223,5 miliar, dan kontribusi ventura bersama berbalik positif Rp7,0 miliar (dari rugi Rp2,4 miliar). Kombinasi faktor ini membantu laba periode berjalan meningkat ke Rp2,63 triliun (dari Rp2,24 triliun), menandakan efisiensi pembiayaan dan diversifikasi sumber keuntungan yang lebih baik, meski keuntungan perubahan nilai wajar aset biologis sedikit lebih rendah.

Secara neraca, aset naik ke Rp37,3 triliun (dari Rp34,66 triliun), ekuitas menguat ke Rp18,27 triliun (dari Rp16,57 triliun), dan liabilitas bertambah ke Rp19,02 triliun (dari Rp18,09 triliun) seiring ekspansi. Secara keseluruhan, JPFA menunjukkan kombinasi pertumbuhan top line, perbaikan margin, dan beban keuangan yang lebih ringan―memberi landasan yang solid untuk menjaga profitabilitas ke depan.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-2025-laba-dan-pendapatan-jpfa-kompak-melejit

SSMS

Sawit Sumbermas Sarana Tbk.

PT. Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) membukukan laba bersih 9M25 sebesar Rp1,0 triliun (+66,7% YoY), mendorong EPS naik ke Rp105,13 dari Rp63,97. Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan melesat 49% YoY menjadi Rp11,01 triliun, sementara beban pokok penjualan meningkat ke Rp7,35 triliun sehingga laba kotor menanjak 64,9% ke Rp3,66 triliun. Secara margin, gross margin membaik ~330 bps (?33,2% vs ?30,1% tahun lalu). Di level operasional, beban penjualan naik ke Rp1,06 triliun dan G&A ke Rp701 miliar.

Terdapat ayunan “kerugian nilai wajar aset biologis” sebesar Rp67,8 miliar (vs keuntungan Rp70,2 miliar tahun lalu), namun beban lain-lain menyusut tajam ke Rp22,5 miliar (dari Rp205,5 miliar). Laba usaha naik menjadi Rp1,8 triliun (dari Rp1,32 triliun), sementara di bawah operasi, pendapatan keuangan turun ke Rp22,2 miliar, beban keuangan juga menurun ke Rp414,9 miliar, dan rugi entitas asosiasi menyempit ke Rp16,7 miliar. Alhasil, laba periode berjalan tembus Rp1,02 triliun (vs Rp622 miliar).

Dari neraca, ekuitas menguat ke Rp3,5 triliun (dari Rp2,89 triliun), liabilitas turun ke Rp7,67 triliun (dari Rp8,87 triliun), sedangkan total aset sedikit menurun ke Rp11,17 triliun (dari Rp11,76 triliun). Kombinasi pertumbuhan volume/pendapatan, efisiensi beban lain-lain, serta penurunan beban keuangan menopang perbaikan profitabilitas, meski volatilitas harga CPO dan ayunan nilai wajar aset biologis tetap menjadi faktor yang perlu dipantau.

https://emitennews.com/news/melesat-6666-persen-ssms-raup-laba-bersih-rp1-triliun