Daily News 29 December 2025

December 29, 2025 No. 2957

IMJS

Indomobil Multi Jasa Tbk.

PT. Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS) merealisasikan injeksi modal sebesar Rp499,285 miliar kepada anak usaha yang dimiliki langsung 99,99% yaitu PT. CSM Corporatama (Indorent). Setoran modal ini merupakan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT)/right issue IMJS, dan manajemen menyampaikan penyetoran modal tersebut telah dilakukan pada 24 Oktober 2025 untuk mendukung kegiatan usaha serta membiayai operasional CSM sebagai bisnis penyewaan kendaraan di bawah merek Indorent.

Aksi korporasi PUT IV IMJS dilakukan melalui penerbitan 2.194.937.500 saham baru, di mana seluruh dana bersih hasil aksi tersebut dialokasikan untuk setoran modal ke CSM (sekitar Rp499,285 miliar). Struktur penerbitan menggunakan nilai nominal saham baru Rp200 dengan rasio HMETD 138:35, artinya setiap pemegang 138 saham yang tercatat pada DPS 10 Desember 2025 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 35 HMETD, dan setiap HMETD dapat ditebus dengan harga pelaksanaan Rp230 per saham.

Dengan pengalihan dana right issue ke entitas operasional (Indorent), pendanaan ini pada dasarnya memperkuat kapasitas bisnis rental CSM untuk ekspansi armada/layanan dan kebutuhan modal kerja, sejalan dengan profil IMJS yang bergerak di pembiayaan, perdagangan dan perbengkelan, serta pengangkutan. Ke depan, efektivitas aksi ini akan tercermin pada peningkatan skala pendapatan dan utilisasi aset CSM, serta kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja konsolidasi IMJS.

https://emitennews.com/news/imjs-gelontorkan-tambahan-modal-rp49928-miliar-ke-indorent

MOLI

Madusari Murni Indah Tbk.

PT. Madurasi Murni Indah Tbk. (MOLI) mencatat laba bersih Rp44,81 miliar per 30 September 2025, melonjak 92,81% yoy dari Rp23,24 miliar, sehingga EPS dasar/dilusian naik menjadi Rp16,45 dari Rp8,53. Kenaikan laba terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif moderat, menunjukkan perbaikan profitabilitas lebih banyak ditopang oleh efisiensi biaya dan perbaikan struktur pendanaan dibanding ekspansi top line semata.

Pendapatan bersih tercatat Rp1,08 triliun (+3,84% yoy), sementara beban pokok penjualan turun menjadi Rp786,74 miliar dari Rp796 miliar, mendorong laba kotor naik 18,63% yoy menjadi Rp296,67 miliar.  Beban penjualan dan distribusi meningkat ke Rp121,08 miliar dan beban umum-administrasi naik ke Rp88,47 miliar, namun laba usaha tetap naik signifikan menjadi Rp89,32 miliar dari Rp56,28 miliar.

Di bawah laba usaha, beban keuangan turun tajam menjadi Rp15,54 miliar dari Rp25,96 miliar, sedangkan pendapatan lain-lain berbalik positif Rp2,02 miliar dari minus Rp4,71 miliar, membantu mengangkat laba periode berjalan yang dilaporkan Rp55,89 miliar (vs Rp29,35 miliar). Pada neraca, ekuitas naik menjadi Rp1,4 triliun dari Rp1,35 triliun di akhir 2024, sementara liabilitas turun drastis menjadi Rp293,6 miliar dari Rp578,32 miliar, mengindikasikan deleveraging yang memperbaiki profil risiko dan menurunkan beban bunga.

Total aset turun menjadi Rp1,7 triliun dari Rp1,93 triliun, sehingga fokus investor berikutnya adalah melihat apakah perbaikan margin dan pengurangan utang ini bisa berlanjut tanpa mengorbankan kemampuan pertumbuhan, terutama karena kenaikan biaya penjualan/distribusi dan G&A masih terlihat di periode berjalan.

https://emitennews.com/news/kuartal-iii-laba-madusari-moli-melesat-9281-persen

SMRA

Summarecon Agung Tbk

PT. Summarecon Agung Tbk. (SMRA) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V dengan target total penghimpunan dana Rp3 triliun, dan memulai dengan penerbitan tahap I sebesar Rp500 miliar. Berdasarkan pengumuman KSEI, penerbitan tahap awal ini dibagi menjadi dua seri: Seri A senilai Rp84,53 miliar dengan kupon 5,85% dan tenor 3 tahun (jatuh tempo 6 Januari 2029), serta Seri B Rp266,23 miliar dengan kupon 6,5% dan tenor 5 tahun (jatuh tempo 6 Januari 2031). Ketentuan untuk tahap berikutnya dalam program berkelanjutan akan ditentukan kemudian.

Dari sisi timeline, obligasi ini telah dinyatakan efektif pada 23 Desember 2025 dan masa penawaran dijadwalkan pada 29?30 Desember 2025. Setelah itu, penjatahan dilakukan pada 2 Januari 2026 dan obligasi akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 7 Januari 2026, sehingga proses penerbitan berlangsung relatif cepat untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perseroan sesuai rencana program.

Dalam pelaksanaannya, SMRA menunjuk Indo Premier Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana sekaligus penjamin emisi obligasi. Struktur dua seri memberi opsi tenor bagi investor, sementara bagi SMRA, tahap awal ini menjadi pembuka untuk fleksibilitas pendanaan lanjutan hingga plafon Rp3 triliun sesuai kondisi pasar dan kebutuhan pendanaan berikutnya.

https://emitennews.com/news/summarecon-smra-tebar-obligasi-rp500m-telisik-jadwal-dan-bunganya

TOBA

TBS Energi Utama Tbk.

PT. TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) mengalokasikan dana Rp586,27 miliar (setara USD34,91 juta) untuk program buyback saham maksimal 825,74 juta lembar atau setara 10% dari saham beredar, dengan harga pelaksanaan Rp710 per saham. Periode buyback ditetapkan berlangsung selama tiga bulan, yakni 24 Desember 2025 hingga 24 Maret 2026, dan pelaksanaannya mengacu pada ketentuan POJK 13/2023 dan POJK 29/2023 termasuk pemenuhan persyaratan jumlah saham beredar sesuai regulasi.

Manajemen menyampaikan buyback dilakukan di tengah volatilitas pasar yang dinilai dapat membuat harga saham tidak mencerminkan nilai fundamental, meski kinerja operasional dan kondisi keuangan perseroan disebut tetap sehat dan stabil. Dari sisi tujuan, aksi ini diarahkan untuk menjaga kepercayaan investor, memberi fleksibilitas pengelolaan struktur permodalan, mendukung stabilitas harga saham, dan meningkatkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang melalui pengurangan saham beredar atau pengelolaan treasury stock.

Perseroan menegaskan buyback tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha karena TOBA mengklaim memiliki modal kerja dan arus kas yang memadai untuk mendukung operasional sekaligus menjalankan buyback. Manajemen juga menyatakan tidak terdapat dampak material terhadap pendapatan maupun biaya pembiayaan, sehingga program ini diposisikan sebagai langkah stabilisasi pasar dan optimalisasi permodalan tanpa mengganggu keberlangsungan bisnis.

https://emitennews.com/news/buyback-toba-alokasikan-anggaran-rp58627-miliar